[KISAH HOROR] Mencuci Tengah Malam

Kisah ini diambil langsung dari pengalamanku yang sudah lama namun masih teringat meskipun samar-samar.

Saya sekolah di salah satu pesantren terkenal dan termodern di Makassar. Ada banyak cerita horor yang sering diceritakan oleh senior-senior, kata mereka "dulu disini kuburan massal", "setiap malam jam 12, biasanya di lapangan basket ada seseorang yang mainin bola basket, tapi ternyata itu bukan bola basket melainkan kepalanya yang dijadikan bola basket", "jangan ada yang BAB di WC itu, karena disitu biasa ada tangan yang keluar dari lubang klosetnya". Itu semua cerita dari senior-senior dan masih banyak lagi cerita horor yang sering mereka perdengarkan ke junior-junior.

Pernah suatu ketika saya sedang mencuci tengah malam. Waktu itu saya kelas 2 SMA sekitar 10 tahun yang lalu. Malam itu lampu cuma satu yang menyala yaitu lampu jalan itupun jauh dari tempat saya mencuci, jadi kondisinya agak gelap atau bisa dikatakan remang-remang. Saat mencuci, posisi saya membelakangi sumur dan di depan saya terdapat bangunan dimana bangunan tersebut adalah tempat para santri biasa makan atau istilah yang biasa kami sebut adalah dapur. Konon katanya di dapur tempat kami makan ada cerita yang sudah lama tersebar bahwa ketika tengah malam, ada santri yang makan disitu. Semua orang sudah tahu kalau santri yang makan tengah malam itu adalah santri yang sudah meninggal. Tapi saya tidak peduli dengan cerita itu. Saya teruskan niat saya untuk mencuci meskipun dingin menyelimuti malam.


Malam semakin larut. Sesekali saya menoleh ke arah dapur. Sambil menyikat pakaian, saya memandangi tiap jendela-jendela dapur. Memperhatikan kondisi dalam ruangan lewat jendela dengan rasa penasaran, meskipun jarak antara saya dengan jendela tidak begitu jauh tetapi dari posisi saya berdiri sudah bisa melihat keadaan di dalam dapur. Suasana yang begitu sepi sehingga terdorong untuk membayangkan cerita-cerita seram yang sering saya dengar dari senior. Pikiran saya kacau, selalu terbayang-bayang akan muncul sosok santri yang sedang makan padahal sebenarnya saya tidak berharap itu akan terjadi. Makin lama saya makin berhalusinasi membayangkan itu benar-benar tejadi. Dan.... Whuuzzz.... tiba-tiba sebuah bayangan hitam besar muncul kemudian menghilang dengan cepat ketika saya menatap jendela untuk yang kesekian kalinya. Bayangan hitam itu melintas sangat cepat, bukan di dalam dapur tapi di luar dapur. Perasaan saya mulai tidak nyaman, seperti mendadak deman. Mata terbelalak, sesak nafas, wajah jadi dingin, tangan dan kaki gemetar. Saya hanya bisa terdiam mematung. Saya berpikir bagaimana caranya untuk melarikan diri sementara lantainya licin penuh deterjen. Pingsan pun percuma tidak akan menyelesaikan masalah.

Setelah beberapa detik, barulah saya bisa bergerak sedikit demi sedikit sambil menarik nafas dalam-dalam lalu ta'awudz dan istighfar. Perlahan-lahan saya mulai duduk dan mengingat-ingat apa yang sudah terjadi. Lampu jalan yang menyinari malam terus kupandangi. Dalam hati bertanya "tadi yang barusan lewat apa ya?". Saya mencoba berpikir jernih, bahwa apa yang barusan terjadi adalah halusinasi. Disaat saya berpikir, akhirnya terungkaplah jawabannya lewat seekor kelelawar yang terbang mengelilingi lampu jalan. Ya. bayangan tadi ternyata adalah banyangan dari seekor kelelawar. Sama halnya ketika ada serangga seperti kupu-kupu yang masuk kedalam rumah, serangga itu akan terbang mendekati cahaya lampu. Makin dekat dengan cahaya lampu maka bayangannya akan terlihat sangat besar.

baca juga : Apakah Benar Penampakan Adalah Rekayasa?

Kesimpulan:
Bahwa perasaan takut terhadap makhluk gaib ketika sedang sendiri akan membawa pikiran kita untuk berhalusinasi. Dalam keadaan seperti ini sangat mudah untuk menafsirkan wujud penampakan seperti hantu. Jangan langsung mengambil tindakan bahwa kita telah melihat hantu kemudian lari. Cobalah untuk meninjau kembali dan cobalah untuk berpikir jernih. Pengalaman diatas adalah satu dari sekian banyak pengalaman-pengalaman yang pernah terjadi dalam hidup saya dan ceritanya hampir sama yaitu horor. Namun dibalik pengalaman horor yang saya alami ternyata semua bisa diatasi dengan cara berpikir jernih. Pernah juga saya ketakutan ketika melihat kantong plastik bergerak maju berlawanan arah kipas angin. Padahal seharusnya kantong plastik ketika terkena kipas angin otomatis akan menjauh, tapi kantong plastik yang saya perhatikan malah mendekati arah kipas angin. Disitu saya coba untuk berpikir jernih dan terus memperhatikan gerakan kantong plastik tersebut. Ini bukan ulah hantu, pasti ada seuatu yang bisa dijelaskan secara logika. Setelah saya perhatikan ternyata di dalamnya ada kecoak.